Trisula International (TRIS) Fokus Jangkau Pasar USA, Australia, New Zealand, Singapura, dan Jepang
JAKARTA, investor.id - PT Trisula International Tbk (TRIS) memproyeksikan penjualan pada tahun 2022 naik sebesar 8% dibanding penjualan tahun 2021. Untuk mencapai target yang ditentukan perseroan berfokus pada sektor garmen baik sektor ekspor dan juga domestik.
Direktur Utama Trisula International Santoso Widjojo mengatakan, target tersebut cukup realistis mengingat ketidakpastian ekonomi yang masih ada, meskipun perekonomian Indonesia telah berangsur pulih dari pandemi Covid-19. TRIS pada tahun ini akan terus fokus pada sektor garmen dengan pasar yang sudah ada atau existing core business, baik sektor ekspor maupun domestik. Untuk diketahui, produk yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan TRIS, yaitu ekspor garmen sebesar 60%.
“Kami terus fokus menjangkau pasar utama, yaitu USA, Australia, New Zealand, Singapura, dan Jepang, di mana peluang dari negara-negara tersebut cukup besar. Hal ini terlihat dari produk perseroan yang memiliki banyak peminat termasuk dalam produk esensial sehingga TRIS meskipun dalam keadaan pandemi masih bisa terus berproduksi,” jelasnya dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Selain itu, melihat peluang dari perbaikan ekonomi global yang bertumbuh ke arah yang lebih baik, TRIS akan mendongkrak kinerja untuk perkuat sektor garmen. Produk-produk garmen TRIS diproduksi melalui anak usahanya, yaitu PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing dan PT Trimas Sarana Garment Industry. Produk-produk yang menjadi andalan perseroan adalah produk garmen formal dan informal, pakaian fungsional, dan protective wear.
Kedepan, perseroan juga melakukan pengembangan produk baru dan bisnis model baru untuk melayani kebutuhan pasar. Salah satu proyek yang sedang dikembangkan dan diterima pasar dengan baik adalah garment made-to order. Pada proyek tersebut, perseroan dituntut untuk fleksibel dalam melakukan planning produksi dan pengadaan.
Dari segi pemasaran, perseroan akan terus mengembangkan dan melakukan secara aktif strategi pemasaran melalui berbagai platform digital termasuk e-commerce milik Trisula Group, yaitu Yukshopping.com.
“Melihat pertumbuhan perekonomian Nasional yang bertumbuh ke arah yang lebih baik ini, maka TRIS optimis dapat meningkatkan kinerja. Kami akan terus menjalin sistem kerja yang terintegrasi, serta bersinergi dari setiap proses bisnis untuk mengoptimalkan kinerja kami,” tutup Santoso.
Sementara itu, pada kuartal III-2021 Trisula International berhasil mencatatkan peningkatan penjualan ekspor sebanyak 10,6% atau Rp 490,9 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 443,7 miliar. Peningkatan sejalan dengan tingginya permintaan akan produk-produk perseroan di pasar ekspor yaitu Australia, Amerika Serikat (AS), dan New Zealand.
Santoso menjelaskan, perseroan bersyukur ekspor TRIS bisa terus bertumbuh selama kuartal III-2021. Produk celana panjang menjadi penyumbang terbesar penjualan ekspor yakni sebesar Rp 490,9 miliar atau tumbuh sebesar 10,6%.
Peningkatan juga didorong oleh keadaan di luar negeri yang terlebih dulu membaik dan stabil, mulai dari market yang sudah kembali pulih, daya beli masyarakat yang sudah membaik, department store yang sudah kembali beroperasional normal, serta aktivitas pelabuhan yang sudah mulai kembali pulih.